Wartawan: "Pak, jadi maksud Bapak, kerusuhan kemarin itu karena campur tangan provokator?"
Petinggi Panik: (menjawab sigap tapi tergagap) "Ah ya itu. Jangan begitulah kesimpulannya. Saya minta anu-nya jangan diobok-obok."
Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, didengar oleh belasan wartawan yang setengah mati menahan ketawa.
27 September 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
waks =)
nggak ngerti deh . .
Post a Comment