07 August 2009

NGUPING JAKARTA MAU NGOMONG #3

*Celingukan*

Ehem, mau bilang apa ya?

Sepertinya tidak ada alasan yang bisa kami berikan atas kelalaian kami mengisi blog ini selama, errr, 3 bulan. Mau dibilang kerjaan menumpuk, musim pancaroba atau apa lah... Semua itu bukan alasan yang bagus kan?

Jadi kami minta maaf sebesar-besarnya untuk kealpaan kami selama ini.

Kami juga ingin sedikit berbicara tentang hal yang serius.

Hampir satu bulan yang lalu, Jakarta kembali terkena serangan teroris yang cukup melukai persepsi dunia tentang Indonesia. Tepat di saat Manchester United akan bermain melawan tim nasional kita, dua hotel internasional diledakkan oleh para jahanam-jahanam itu.

Pengecut bangsat yang ingin merusak kita sebagai manusia, menyerang sifat dasar kita yaitu takut. Mereka berharap kita akan terpuruk, bermuram durja dan hidup dalam sebuah ketakutan yang berkesinambungan.

Tapi mereka lupa bahwa rasa takut juga adalah sebuah pendorong yang sangat kuat. Ketika bangsa kita sedang terpecah belah dengan adanya pemilu, dengan adanya ideologi yang bertebaran, mereka menciptakan sebuah musuh bersama. Kita pun bersatu.

Gerakan #indonesiaunite pun langsung bergulir di sebuah ranah maya bernama Twitter. Tak disangka, gerakan itu merembes ke dunia nyata. Kita semua punya keinginan untuk bersatu melawan ketakutan itu.

Seruan Kami Tidak Takut pun berkumandang.

Karena rasa takut bisa dilawan dengan mudah ketika kita semua saling bergandeng tangan.

Kita pun sadar, bahwa kita harus tetap berjalan. Tapi satu hal yang membedakan; sekarang kita semua berjalan bersama.

Hidup terus berjalan. Kita pun tetap akan melangkah maju.

Kita bukan melupakan tragedi itu, bukan. Kita menggunakan itu sebagai momentum untuk kembali bersatu.

Mungkin 17 Juli 2009 bisa dibilang menjadi hari kemerdekaan kita sekarang. Sebuah peristiwa yang mengingatkan kita untuk tetap tersenyum melawan ketakutan kita.

Karena setiap orang bisa melakukan kontribusi. Seperti kami berusaha untuk memberikan tawa ke semua teman kami di sini.

Kita semua sudah terhubung dengan dunia lewat berbagai sosial media. Kami ingin mengajak semua sahabat Nguping Jakarta untuk menggunakan semua itu untuk mempromosikan Indonesia.

Tunjukkan ke dunia keindahan Indonesia, keunikan alam negara ini, kehidupan yang terus berjalan di sini. Tunjukkan kita masih bisa berjalan maju tanpa rasa takut.

Tunjukkan tawa kita ke mereka.

Karena tawa kita adalah jari tengah untuk para jahanam itu.

Tetap tertawa, Indonesia.

PS: Oh, tadi lupa... peluk cium untuk ngupingjakartaperjuangan yang merupakan bentuk pujian yang paling keren yang pernah kami terima. :)

Iya, biar kalau haus gampang; colok sedotan aja.

Pria #1: "Wah... bagus nih jaket, tebel... Waterfull ya?"

Lift perkantoran di Tendean, didengar penumpang lain yang ingin menusukan jarum ke jaket itu.

Biar salah jurusan yang penting keren!

Teman #1: "Eh loe kuliah di mana akhirnya?"
Teman #2: "Gue di UnPad ngambil antropologi..."
Teman #1: "Hah? ngapain lo ngambil antrop? bukannya loe gak suka?"
Teman #2 (yang pada dasarnya pecinta alam): "Iya gue ngambil antrop, keren tau! Biar kaya Tomb Raider, neliti-neliti fosil gitu... kan seru!"
Teman #1: "Itu bukannya arkeologi?"
Teman #2: "Ah masa sih? Iya yah? Ah gak apa apa deh... yang penting UnPad!"

Plaza Senayan, didengar oleh teman lain yang ingin bersalto ala Lara Croft.

Cukup mendekati sih, bu...

Ibu Guru Berlebih: (menuduh murid nyontek) "Ngelawan terus! Kamu pikir Ibu nih apa? Kecoa busuk?"

SMA di Jakarta, didengar oleh seisi kelas yang akan membawa pembasmi serangga besok pagi.

Semua tergantung perspektif sih...

PRT: (masuk lift, dan setelah lift turun untuk beberapa saat) "Waduh! Ini turun ya? Duh saya salah!" (panik)
Penghuni: "Lho, emang mbak mau kemana?"
PRT: "Mau ke basement."

Apartemen di Harmoni, didengar seluruh penumpang lift yang merasa sumber gravitasi langsung berubah.

Fanta bukan Voltus...

Sekretaris: "Oh gua baru tau kalo VP itu singkatan dari vice president, gua pikir first president..."

Kantor di daerah Kuningan, didengar oleh karyawan lain yang merasa proses rekruit di kantor harus diperbarui.

I lop you pull deh...

Graphic Designer: "Jadi, brosurnya nanti mau dibikin BW atau PC?"
Account Executive dan Art Director (serempak): "PC? apaan tuh?"
Graphic Designer: "Duh.. udah berapa lama sih kerja di advertising... itu PC... Pull Colour!"

Agensi iklan di Jakarta, didengar oleh Account Director yang memastikan itu bukan pitnah apalagi pitness.

Sekalian celana gua dong!

Programmer #1: "Kenapa sih mesin server harus pake password?"
Programmer #2: "Security mesinnya emang begitu..."
Programmer #1: "Washing time gua aja nih!"

Kantor IT di Jakarta, didengar oleh seruangan yang ingin melempar cucian mereka ke programmer #1.

Sudah waktunya makan siang...

Petugas informasi via loudspeaker: "Kepada bapak X, ditunggu keluarganya di kandang monyet sekarang. Sekali lagi, bapak X ditunggu keluarganya di kandang monyet sekarang."
Kebun binatang ragunan jakarta, didengar oleh seluruh pengunjung kebun binatang yang ingin segera mengunjungi kandang tersebut.

Sebesar muka lah, Pak...

Senior engineer: "Kalau facebook itu apa sih?"
Junior engineer: "Oohhh... itu kayak jaringan sosial gitu, pak..."
Senior engineer: "Bentuknya gimana? Lebih kecil dari netbook?"

Sebuah kantor engineering consultant, didengar oleh junior engineer yang berharap kenaikan jabatan tidak harus dikompensasi dengan penurunan intelektualitas

Kalau lagi hamil memang waktu berasa lebih panjang...

Karyawan #1: "Mas, istri mas kan baru melahirkan, 'puasa' donk?"
Karyawan #2: "Iya niy, puasa 40 Hari deh..."
Karyawan #3 (sedang hamil): "40 Hari berarti 10 bulan donk mas!! lama banget donk..."

Kuningan, Jakarta, didengar oleh satu mobil yang merasa karyawan #3 masih menggunakan kalender suku kanibal Amerika Selatan.