04 September 2009

Kamu pasti jarang diisi pelajaran...

Di sebuah kolam renang,
Anak kecil: "Hai om!"
Cowok: (agak bingung) "Hai juga..."
Anak kecil: "Dalem nggak, om?"
Cowok: "Dalem..."
Anak kecil: "Ooh... diisi air melulu sih ya? Jadinya dalem deh." (ngga jadi nyemplung trus berlalu)

Jakarta Barat, didengar oleh pengunjung lain yang langsung ingin masuk ke air untuk mendinginkan kepala.

Ketahuan deh ngapain aja di Manado...

Teman #1: “X, lihat deh nih kipasku. Khas Manado lho” (menyodorkan kipas cendana)
Teman #2: “Lha ? Apa bedanya ? Bukannya kalau wangi itu Cendana, itu kan asli dari Kupang NTT bukan Manado.”
Teman #1: “Bukan cendananya, bordilannya itu yang khas Manado...”
Teman #2: “Ha ? bordir kali!”

Perkantoran Kuningan, didengar oleh Teman lain yang membayangkan sedang berada di rumah bordil dan dikipasi oleh penghuninya yang asli Manado.

Belanjaan lebih penting!

Bapak: "Neng, bantuin angkat belanjaannya dong di motor..."
Anak perempuan: "Siap pak! Tapi ibu kemana? Bukannya bapak tadi pergi sama ibu ke pasar?"
Bapak: "Ada tuh di belakang lagi bayarin parkir,"
Anak perempuan: "Lha, kan bapak sudah sampai rumah?"

Rumah di jakarta, didengar oleh anak perempuan yang langsung buru-buru pergi lagi jemput ibunya yang ketinggalan di pasar.

Yang penting gaya!

ABG gaya selangit ngomong di telepon: “Aahhh serius lo? Masa siiiih? O-EM-JI! O-EM-JI! OOO-EEEM-JIII! OH-MY-JOD!”

Carrefour Lebak Bulus, didengar oleh pengunjung lain yang ingin mengadakan tahlilan untuk ABG itu

Mungkin justru kebanyakan racun di sayuran itu?

AE genit: "Ih kalo gue nggak bisa deh boooo... makan sayuran biasa gitu! Gue harus makan sayuran yang or-ga-nik. Soalnya kan bo, sayuran biasa itu banyak kandungan pepsitida nya! Eh... salah ngomong ya gue? Maksudnya, kandungan peptisida! Peptisida kan bahaya banget deh buat tubuh!"

Kantin kantor di daerah jakarta selatan, didengar oleh karyawan lain yang ingin merebus sayur pakai Pepsi

Selama ini dia lah satu-satunya yang mengerti saya *hiks*

Sopir Kopaja berhenti, menengok ke belakang lantas bertanya: "Kenek saya mana ya ?"

Di depan BI, didengar oleh penumpang yang ingin menepuk-nepuk pundak si supir untuk menghiburnya.

Pemain bola kok dianggap mencla-mencle...

Komentator #1: "Greg Nwakolo dari sayap kiri masih terus kuasai bola, giring bola ke tengah dan tendangan langsung... namun hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Pelita."
Komentator #2: "Kita lihat memang sedikit kebingungan tampaknya Nwakolo untuk menentukan ke mana harus menendang bola... tentunya ke arah gawang."
Komentator #1: "..."

Didengar oleh penonton yang ingin melempar sendal ke TV.

Gak apa-apa sih selama gak keras-keras ngomongnya...

Anak: "Ada restoran di Bandung, yang menyajikan makanan di dalem kegelapan total lho, Ma!"
Ibu: Buat apa makan gelap-gelap?"
Anak: "Soalnya indera pengecapnya jadi lebih maksimal..."
Ibu: (memotong) "Oh kayak di film yang di poks kraim, yah!" (suara keras)
Anak: "Err... itu fox cri..."
Ibu: (memotong) "Kadang di Ha Be O juga ada tuh!"

Restoran di Jakarta Barat, di dengar oleh anak yang langsung ingin mengganti remote TV dengan tape belajar grammar.

Awas kesetrum...

Pengawas Psikotes: "Jadi adek-adek, sekarang lembar psikotesnya boleh diisi pake pensil elektrik..."
Peserta Psikotes: "Pensil mekanik kali mbak!"

Pelatihan psikotes di Jakarta, didengar seluruh peserta yang curiga mbak pengawas bekas tukang tato.

Ya udah deh, yang adem ayem aja...

Tukang Koran: "Koran, koran, koran, koran. Korannya, pak??"
Calon Pembeli: "Ada koran yang anget, gak?"
Tukang Koran: "Wah, pak, kalo koran anget mah koran yang bekas bungkus martabak"

Di Patas 921 Blok M - Kp. Melayu, didengar penumpang yang ingin meloncat keluar jendela bus.

Itu namanya bubur sangat istimewa...

Penjual Bubur: "Mau pesan apa mas?"
Pelanggan pria: "Bubur, biasa"
Penjual Bubur: "Punya telor ga? Eh, maap, maksudnya pake telor ga, mas?"

Green Garden Boulevard, didengar oleh teman pelanggan yang bertanya-tanya dengan orientasi si penjual bubur.

Tunggu sesi berikutnya aja...

Manager sedang berbicara di telepon: "Kamu jangan ambil liburan waktu high session nanti jatuhnya mahal."

Perkantoran di Jakarta Pusat, didengar oleh seorang staff yang langsung merasa lebih pintar dari sang manager dalam sesi ini.

Dendanya mahal soalnya!

Cewek #1: "Aduh, bawa duit berapa ya? Gua takut kurang nih!"
Cewek #2: "Ya udah, bawa aja duitnya semua, buat in ses aja kalau kenapa-napa!"
Cewek #1: "In ses? In case kali!"

Kost di Pedurenan, didengar seorang cowok yang ingin menjadi kakak cewek #2.

Aroma asam gitu ya?

Auditor #1: "Menu makan siang kita apa ya?"
Auditor #2: "Ayam goreng..."
Auditor #1: "Duh, paha lagi ya.. ada yang mau punya gua gak?"
Auditor #3: "Emangnya kenapa, kak?"
Auditor #1: "Gak suka gua, dagingnya bau paha gitu!"

Perkantoran di Jakarta, didengar oleh seluruh auditor yang langsung mengendus-endus makanan mereka.

Uhmm, dumbass, kak...

Senior: "Eh, loe kan ahli berbagai bahasa. Gua mau tanya!"
Junior: "Apa kak?"
Senior: "Bahasa inggrisnya handphone apa?"

Didengar sesama senior yang merasa temannya belum lulus les inggris tingkat beginner.

Mental "sedikit telat sah"...

Warga #1: "Ngomong-ngomong 17-an di tempat loe kapan?"
Warga #2: "Ntar tanggal 19, kalo tempat loe kapan?"
Warga #1: "Sama, tempat gw juga tanggal 19..."

Didengar oleh warga lain yang langsung urung niat ikut berbincang .

Saya kan bukan debus?

Seorang Cowo: "Aduh haus nih, ga ada air!"
Seorang Bapak: "Kalau gak ada air, tayamum aja, dek."

Didengar oleh seseorang yang langsung mencari penghisap debu.

Dessert-nya Putri Salju, mungkin?

Cowok: "Kamu mau pesen apa?"
Cewek: "Aku mau Sinderloin..."

Restoran Steak di Jakarta, didengar oleh teman yang berharap si cewek bukan kanibal tokoh dongeng.

Dia gak sebesar itu kok, agak gempal sedikit sih...

Tamu restoran: (membawa anak) " Mbak, boleh minta tolong high chair?"
Pemilik restoran: "..."
Tamu restoran: "Kursi tinggi, buat anak-anak."
Pemilik restoran: "Ooooh, baik! Mas, tolong ambilin kursi babi!"

Restoran di Greenville, didengar oleh pengunjung yang merasa anaknya tidak terlalu besar.