29 October 2009

Dan kita kembali ke jaman prasejarah...

Cewek #1: "Eh ini apaan ya?"
Cewek #2: "Belut kali"
Cewek #1: "Ooo... bukan kaki gurame ya?"
Cowok: "Kaki gurita maksud lo?"

Gerai Sushi Mall Kelapa Gading, didengar oleh cewek #2 yang pengen buru-buru ke pasar ikan untuk membuktikan gurame punya kaki.

Rayuan yang sangat (tidak) maut.

Cowok: "Sayang..."
Cewek: "Iya?"
Cowok: "Kalo aku jadi asbak, kamu jadi apanyaa?"
Cewek: "Heh? Cita-cita kok jadi asbak? Gak ada cita-cita lain apa?"

Bekasi, didengar oleh seorang teman yang batal mencatat tips dan trik merayu.

Filosofi yang menenangkan.

Bapak-bapak kantoran: "Zaman sekarang sih kantor rata-rata lebih memilih karyawan cewek daripada cowok... untungnya, karyawan cewek lebih memilih cowok daripada kantor."

Warung perkantoran di Jakarta, didengar pengunjung sebelah yang ingin langsung tos.

Lah, bener kan kebalikannya...

Bos: "Setiap kali saya pulang ke rumah, baju saya selalu bau rokok!"
Karyawan: "Mungkin exhaust-nya perlu ditambah pak."
Bos: "Ini bukan masalah exhaust, tapi masalahnya tidak ada inhaust yang masuk ke ruangan ini!"

Ampera, didengar karyawan yang langsung mencari pintu init.

Ini pelajaran rahasia!

Ibu guru: "Eh kamu, tolong ambilin spidol papan tulis dong di ruang tata usaha. Warna item aja tapi kalo ada yang warna putih ambilin sekalian ya"

SMA di Jakarta, didengar oleh satu kelas yang langsung patungan untuk membeli lampu UV.

Decision, destination, ah podo wae, yang penting tenar.

Artis yang sedang diwawancara oleh infotainment mengenai rencana menikah tahun ini: "Iya... orang tua kami menyerahkan destination-nya kepada kami...”

Didengar oleh penonton yang hanya bisa memaklumi dengan miris.

Itu pernyataan retoris kan, Bu?

Ibu guru: "Selamat pagi anak-anak!"
Murid-murid: "Selamat pagi, Bu!"
Ibu guru: "Ayo tunjuk tangan siapa yang nggak masuk hari ini."

SMA di Jakarta, didengar oleh sekelas yang ingin mencari tangan siapa yang tidak bertuan.

Anak ini sangat tinggi cita-citanya.

Ayah: “Dia sekarang menjelang tidur pasti main mobil-mobilan sambil ngayal. Baskom kecil jadi setirnya, sendok jadi koplingnya terus sambil ngisap permen lolipop, katanya pengganti rokok...”
Tamu: “Wah... kecil- kecil bakatnya sudah keliatan. Emang kalo gede kamu mau jadi apa?”
Anak: “Mau jadi sopir angkot, om!”

RS. Mitra Bekasi, didengar oleh penjenguk pasien sebelah yang langsung lari ke toilet menumpahkan tawa.

Jempolnya jangan lupa saling bergesek yaaa...

Teman #1: "Mas, tolong fotoin kita ya. Tapi kameranya dipegang yang bener, pencet yang ini nih, terus jangan goyang ya!"
Pelayan: "Nggak kok mbak... saya cuma goyang kalo ada musiknya."

Restoran di Plaza Senayan, didengar oleh para pengunjung yang menyesal tidak membawa speaker.

Sungguh sangat intelektual.

Pembukaan debat dalam bahasa Inggris :
Mahasiswa: "Okay, country-country in the world..."

Universitas di Depok, didengar oleh seluruh panelis dan penonton yang serentak terbahak.

Aku kan pengen kaya Arnold!

Obrolan suami istri sambil melihat hasil lab sang suami,
Suami: "Ini negatif-negatif semua, maksudnya apa ya?"
Istri: "Tandanya, kamu gak hamil..." (sambil cengar cengir becanda)
Suami: "Kok bisa? Kamu bisa tau dari mana kalau aku gak hamil?"
Istri: "..."

RS. MH Thamrin, didengar oleh seorang istri yang jadi ragu gender suaminya.

Stylist pribadinya dia lho, saya itu istilahnya...

Penjual sandal/sepatu: "Ayo silahkan pilih, murah, dijamin awet... Obama aja kemarin pesen sama saya..."

Mesjid di Setiabudi, didengar oleh orang-orang yang langsung mengerumuni penjual itu.

Orang iklan emang harus selalu up-to-date.

Creative director yang sedang presentasi: “Jadi saya barusan dapet kabar langsung dari India, bahwa ambient ad ini baru saja mendapat award disana.”
Seorang klien yang datang belakangan masuk kedalam rapat: “Wah iya, ini memang iklan bagus, tapi udah lama kayaknya, soalnya sempet juga jadi pembahasan internal di kantor lama saya sekitar 2 tahun yang lalu.

Pondok Indah, didengar oleh Art Director dan Graphic Designer yang ingin menteleportasi Creative Director itu ke India 2 tahun kebelakang.

Jagazlah kebersihan juga.

Anak SMA: "Bang, berenti di Gonz yah.."
Supir Angkot: "Hah, Gons dimana neng?"
Anak SMA: "Yang sekolahan itu bang..."
Supir Angkot: "Ohhh, Gonjaga"
Anak SMA: "Pake 'Z' kali bang..."
Supir Angkot: "Iya, Gonjagaz..."

Pejaten, didengar oleh penumpang angkot yang berharap abangnya langsung tancap gaz.

Tergantung pemesanan dan bentuk ulirnya.

Cowok #1: "Men, gue kepikiran pengen sunat deh..."
Cowok #2: "Heh? Emang lo belom sunat?"
Cowok #1: "Belon. Gue denger ada sunat yang bisa bikin variasi yah?" (dengan serius)
Cowok #2: "Heh? Dimana?" (sama seriusnya)

Kantin karyawan sebuah Mal di Jakarta, didengar oleh pengunjung lain yang langsung membayangkan berbagai jenis ukiran kayu.

Yang penting, tolak dulu!

Pengunjung: "Mbak beli pitanya 5 meter"
Pegawai: (mengambil pita yang dimaksud)
Pengunjung: "Bisa tolong sekalian potongin setengah meter setengah meter ngga, Mbak?"
Pengawai: "Nggak bisa, adanya ukuran semeter" (dengan ketus)
Pengunjung: "Oh, kalo satu meter satu meter terus dipotong dua bisa?"
Pegawai: "Bisa."

Sebuah toko buku besar di Jakarta, didengar oleh pengunjung yang memertanyakan kualifikasi penerimaan karyawan di situ.

Masih belum sadar jadi pejabat.

Pejabat #1: Oke pak, yang ingin saya tanyakan, kenapa proyeksi gas rumah kaca dari sektor Industri begitu tinggi? Tidakkah sebaiknya mempertimbangkan GDP dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam membuat skenario teknologi mitigasi?
Pejabat #2: Benar, tapi metode perhitungan saya sudah mengiikuti acuan IPCC dan data skunder dari BPS dan data2 langsung dari beberapa jenis Industri..
Pejabat #3: Oh, iya benar... benar... sebaiknya kita validasi dan sinkronisasi data saja...
kalau masalah skenario untuk bahan negoisasi transfer teknologi dalam UNFCCC nanti, memang sebaiknya juga memertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan sebagainya... dan masalah itu kita serahkan ke pemerintah saja...

Departemen di Jakarta, didengar oleh peserta rapat yang merasa tidak bekerja di kepemerintahan lagi.

Kalau saja ekonomi mikro semudah ini.

Pelanggan #1: “Bang, sotonya berapa ?”
Tukang Soto: “Nasinya dicampur apa dipisah ?”
Pelanggan #1: “Campur”
Tukang Soto: “Delapan ribu”
Pelanggan #2: “Saya juga, Bang, berapa ?’
Tukang Soto: “Nasinya dicampur apa dipisah ?”
Pelanggan#2: “Pisah”
Tukang Soto: “Delapan ribu”

Didengar oleh pelanggan lain yang ingin mencoba kalau dibungkus.

Spesial hari ini, kertas minyak balado.

Pramuniaga (sedang kerepotan):"Makan bungkus, mas?"
Pria:"Enak aja! (menggerutu) makan nasi... masa disuruh makan bungkus!"

Warung Padang di Jakarta, didengar pengunjung yang langsung menyemburkan tehnya.

Lulusan LSM mana, Pak?

Polisi: "Bapak melanggar lampu merah!"
Pengemudi: "Iya, Pak..."
Polisi: "SIM dan STNK-nya!"
Sesaat kemudian,
Polisi: saya ini humanis, hukum tapi manis. Bapak salah dan Bapak menyadari jadi saya hukum... tapi manis."
Pengemudi: "..." (sambil mengeluarkan dompet)

Karawaci, didengar oleh pengemudi yang setengah mati menahan ketawa walau miris.