02 November 2010

NGUPING MAU NGOMONG #5

Jadi begini...

*memilin ujung kaus*

Pertama, maaf banget kalau kami lalai untuk mengisi blog ini. Tapi seperti biasa selalu ada alasannya.

Nah, sekarang alasannya cukup valid nih, bukan sekedar sibuk kerja kantor atau memerangi kejahatan di malam hari.

Langsung aja deh, tanpa basa-basi. -lah barusan itu apa?-

Kami akhirnya memutuskan untuk membukukan Nguping Jakarta, bekerjasama dengan Bentang Pustaka. Buku ini rencananya akan diterbitkan di semester pertama tahun 2011.

"Kenapa kami harus beli buku itu?"

Karena selain banyak hasil nguping yang paling lucu di blog ini, kami juga akan memasukkan banyak postingan baru yang tidak pernah ditaruh di sini. Kami akan tetap menjaganya supaya buku ini bisa dinikmati berbagai kalangan dan tentunya menjadi teman kalian untuk tertawa bersama di mana pun kalian berada.

Kami juga sadar kalau semua materi yang ada adalah milik kalian semua. Oleh karena itu, kami sepakat untuk menyumbangkan sebagian dari royalti kami untuk lembaga yang membutuhkannya, seperti misalnya Palang Merah Indonesia.

Apabila ada yang telah mengirimkan materi dan keberatan untuk dibukukan, silahkan kirim email keberatan kalian ke nguping.jakarta@gmail.com dengan judul [keberatan] beserta materi yang sudah dikirim, sehingga kami bisa menyortirnya dengan mudah.

Meskipun ada proyek ini, kami akan terus berusaha untuk tetap berbagi nguping dengan kalian, karena bagaimanapun, kalian lah yang selama ini terus menjadi semangat kami.

Terima kasih atas perhatiannya, Terus Nguping!

-Kuping Kanan-


PS:

Setelah kejadian di Merapi, beberapa teman di Jogja telah berinisiatif untuk menggalang dana, bukan untuk keperluan logistik sekarang, tapi untuk membangun kembali apa yang telah hilang akibat bencana Merapi. Aspek inilah yang sering dilupakan dalam usaha kita membantu mereka.

Dana recovery ini nantinya akan dipakai untuk membangun kembali tempat tinggal dan fasilitas yang hilang.

Apabila ada yang ingin menyumbang untuk keperluan itu, silahkan menggunakan rekening berikut.

Aulia Anindita (+628395199851)
BCA 0372927478
Bank Mandiri 1370004059883

Untuk sumbangan ke PMI (untuk Mentawai, Wasior dan Merapi), silahkan menggunakan rekening berikut

1. BCA, KCU Thamrin Jakarta, 206.300668.8, atas nama Kantor Pusat PMI
2. Bank Mandiri, KCP JKT Krakatau Steel, 070-00-0011601-7



Sungguh negara yang sangat demonstratif!

Ibu Muda #1: "2 hari lagi pemilu kan? Libur lho... loe nyoblos gak? Gua masih bingung milihnya..."
Ibu Muda #2: "Hmmm, suami gua kan lagi di luar kota, gua sendirian di rumah sama anak gua. Jadi gimana nyoblosnya?"
Ibu Muda #1: "Emangnya kenapa? (lirih) Oh, maksudnya itu ya... tapi kan maksud gua..."
Ibu Muda #2: (Tertunduk malu)

Lift di Pacific Place, didengar pengunjung lain yang ingin berteriak "LANJUTKAN!"

Hajar lehernya aja... jangan lupa kumur antiseptik setelahnya.

Cewek #1: "Eh, kalau cara nyupang kambing tuh gimana sih?"
Cewek #2: "Serius loe?"
Cewek #1: "Iyah, serius lah!"
Cewek #2: "Kesambet, mbak?"
Cewek #1: "Ah, salah... maksud gua cara nyumbang kambing ke sekolah gimana?"

Didengar oleh teman lain yang sudah menyiapkan tali untuk mengikat si kambing.

Tatapan matanya juga berkilat-kilat...

Guru: "Mata kamu kelihatan hitam sekali, ya... "
Murid: "Saya pakai softlens, Pak..."
Guru: "Ooh, yang nama lainnya... (berpikir sejenak) stop kontak itu ya!"

SMP Negeri di Jakarta, didengar banyak murid yang ingin mengisi ulang batere telepon genggam mereka di mata murid itu.

Anda puas, beritahu teman Anda.

Cewek: "Aduh, boo, gua bukannya soal gak cepet puas... kalo gak puas, gua gak kawin!"

Kampus di Tangerang, didengar para mahasiswa lain yang langsung berdiri membusungkan dada.

Oh, pantesan mau dicat pirang...

Cowok: "Eh, gimana sih ngebedain Olsen Twins?"
Cewek BuCeRi (Bule Ngecat Sendiri): "Gampang! Yang satu pirang, yang satu lagi blonde!"

Salon di sebuah mal di Jakarta, didengar oleh penata rambut yang ingin menuangkan cat tembok.

Makanya mereka tidak bisa protes...

Instruktur Senam: "Sekarang kita mulai pendinginan yaaa. Tarik nafas dalam-dalaaam... lepaaas, tarik nafas lewat hidung... buang mulutnya. Tarik nafas lewat hidung, buang mulutnya ke bawah. Tarik nafas lewat hidung, buang mulutnya ke depan..."

Parkiran gedung sebuah departemen, didengar peserta senam yang sontak memunguti mulut yang bertebaran.

Taktik penolakkan yang jitu!

Penjaga Toko: "Mau beli apa, mbak?"
Cewek: "Hmm, hari Kamis, mbak... eh, Rabu ding. Eh, bener kamis, sekarang hari kamis, mbak!"

Kios di Plaza Semanggi, didengar oleh kakak si cewek yang ingin mengantar adiknya ke dokter THT.

Thanks for giving us the laughters...

Teman #1: (sambil menunjuk sebuah benda) "Ih gila, keren banget nih! Ini dari thanksgiving ya?"
Teman #2: "Hah? Thanksgiving?"
Teman #1: "Iya, thanksgiving!"
Teman #2: "Hmm, itu sih suvenir dari pernikahan temen gua..."
Teman #1: "Nah kalau gitu bener! Itu thanksgiving!"
Teman #2: "Apaan sih?"
Teman #1: "Thanksgiving itu kan artinya ucapan terimakasih dari pernikahan gitu lhooo... Duh, loe gak gaul banget deh!"

Di sebuah mobil didengar teman lainnya yang ingin menikahkan teman #1 dengan kalkun.

Hebat kali anak itu, apa minumannya?

Tamu #1: "Eh, sekarang kabar si A gimana ya? Udah lama gak denger nih, ngilang aja tuh anak..."
Tamu #2: "Wah, itu orang sekarang hebat lah, terakhir aku dengar sih dia teller di bank..."
Tamu #1: 'Wuiih, serius kamu? Dia teler di bank? Parah kali dia mabok di bank. Kaya gimana ceritanya?"

Pernikahan di Cinere, didengar tamu lainnya yang ingin membeli sebotol AO.

Daripada harganya yang horor?

Pembeli #1: "Eh liat deh, curang nih tokonya, yang diskon cuma buku serem. Tengkorak-tengkorak semua!"
Pembeli #2: "Ya iya lah, loe masuk ke rak buku-buku horor!"

Pondok Indah, didengar pengunjung lain yang ingin menyihir pembeli #1.

Karena kalau wax swiss dingin!

Cewek #1: "Besok gua mau brazilian wax ah, di salon X... udah kenal sama orangnya. Jadi gak canggung lagi."
Cewek #2: "Kenapa harus brazil sih? Kenapa gak coba wax dari negara-negara lain?"

Sebuah restoran Jepang di Jakarta, didengar pengunjung lain yang membayang kan waxing gundul habis ala hutan tropis Indonesia.

Karena sungai nil warnanya belang...

Istri: "Pak itu apa sih, kuda kok belang-belang?"
Suami: "Oh, itu cuma ada di Afrika tuh, namanya kuda nil."

Sebuah antrian bank di Jakarta, didengar nasabah yang langsung ingin menyeberangi Nil Cross.

Mau sekalian dikirimin pulsa, pak?

Penelepon: "Bisa bicara dengan pak X, bu?"
Perempuan: "Oh, maaf pak, salah sambung!"
Penelepon: "Emangnya Pak X nomornya berapa ya, bu?"
Perempuan: "..."

Didengar oleh si perempuan yang langsung mengecek kalau nomor teleponnya belum diganti menjadi 108

Mungkin karena bapaknya alay?

Bapak: "Gimana ujian tadi? Bisa gak ngerjainnya?"
Anak: "Nggak pak, pertanyaan susah!"
Bapak: "Dasar jablay kamu!"

Bekasi, didengar sepupu yang langsung merasa kasihan ke anak yang sepertinya harus mencari tiang lampu.

Sama kaya keset di depan dong mas, namanya sama...

Tamu: "Wah enak nih, ini nama minumannya apa, mas?
Waiter: "Itu namanya Welcome Drink, spesial untuk tamu."

Lobby hotel bintang lima di Jakarta Timur, didengar oleh tamu yang ingin langsung mencari losmen terdekat.

Mending ke laut aja, neng...

Mahasiswi #1: "Ya iya gitu lho, kalau menurut om gua yang tinggalnya di Pulau Batam."
Mahasiswi #2: "Hah, Pulau Batam? Batam tuh selat kali bo! Laut, laut! Masa kaya gitu aja loe gak tau?"
Mahasiswi #1: "Hah, yang bener? Tapi kok om gua bilangnya dia tinggal di Pulau Batam?"
Mahasiswi #2: (berpikir) "Ya emang sih, di sekitaran situ tuh emang banyak pulau-pulau kecil..."

Angkot di Pondok Labu, didengar seorang penumpang yang ingin mengirim mereka ke dasar selat dan ditimpa pulau.

Terus anu-anuannya di inu-inuin?

Cewek: "Kak, ininya diapain?"
Cowok: "Ininya diituin, itunya diginiin. Abis itu digitu-gituin deh. Sini gua praktekkin caranya!"

Didengar satu ruangan yang langsung menghentikan semua pekerjaan untuk menonton mereka.

Itu kuping kemasukan troli ya?

Cowok: (bercanda) "Dulu gua pernah bengkak di kaki segede bola voli!"
Cewek: "Hah! Bola koli?"
Cowok: "..."
Cewek: "Ooooh, brokoli!"
Cowok: "..."

Sebuah kos di Jakarta, didengar oleh si cowok yang ingin mengambil selang buat membersihkan kuping si cewek.

Buat nelepon di telepon umum pasti!

Supervisor: "Uang receh buat kembalian udah cukup?"
Kasir: "Perlu lebih banyak, bu. Besok sampai Senin pasti rame. Kan long distance."

Food Court di Jakarta, didengar oleh pelanggan yang langsung manyun teringat pacar di Beijing.

Gambarnya tapi gak jelas..

Cowok: "Eh, kemarin gua refleksi di Mangga Dua, tempatnya bagus banget. Sofanya gede dan ada TV plasentanya.

Kedai donat di Tebet, didengar teman yang membayangkan TV dalam kandungan.