13 August 2012

Jangan keras-keras ya.

Penjual ayam kremes: "Beli apa, mas?"
Pembeli: "Remes dada dong, bu!"

Didengar oleh pembeli lain yang langsung pindah antrian jajanan.

8 comments:

Ujung said...

alig....

Sang ChoDockZ said...

bwahahahhahahaahahah..
besok cobain ah ke tukang ayam/bebek kremez di kost..

Akazukin said...

ampuun, wkwkwkwk

Anonymous said...

Jakarta Kompolnas secara struktural bertanggung jawab pada Kapolri dan artinya belum independen. Karena itu Kompolnas tidak bisa masuk tim untuk menyelidiki kasus dugaan penganiayaan berat penyidik KPK Kompol Novel.

"Secara struktural pertanggung jawabannya langsung pada Kapolri. Sebenarnya Kompolnas bisa saja dilibatkan dalam tim independen ini. Tapi kami melihat secara legal, Kompolnas belum independen," ujar Ketua Tim Pembela Novel, Haris Azhar.

Haris mengatakan itu usai menemui Komnas HAM di Komnas HAM, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2012).

Menurut Haris, Kompolnas berbeda dengan Komnas HAM dan KPK. Kedua lembaga tersebut independen.

Sementara itu, Iskandar Sonhadji, salah satu anggota tim pembela Novel, mengatakan, tujuan dibentuknya tim independen agar penyidikan kasus dugaan penganiayaan yang dituduhkan pada Novel, bersifat objektif.

"Seperti kemarin polisi sudah mulai menunjukkan bukti peluru, bukti pistol, seolah-olah itu ada hubungannya. Padahal belum ada tes terhadap itu," kata Iskandar.

Sebelumnya, Anggota Dewan Penasihat Presiden (Wantimpres) Albert Hasibuan menyarankan Presiden SBY agar mendorong Kompolnas menyelidiki kasus Novel. Kompolnas berisikan berbagai elemen mulai praktisi hukum, masyarakat hingga pemerintah.

"Kompolnas itu kan ketuanya Menkopolhukam juga. Ini akan saya sampaikan dalam laporan saya ke presiden nanti," ujar anggota Wantimpres yang membidangi sektor hukum ini.

Anonymous said...


Jakarta Kompolnas secara struktural bertanggung jawab pada Kapolri dan artinya belum independen. Karena itu Kompolnas tidak bisa masuk tim untuk menyelidiki kasus dugaan penganiayaan berat penyidik KPK Kompol Novel.

"Secara struktural pertanggung jawabannya langsung pada Kapolri. Sebenarnya Kompolnas bisa saja dilibatkan dalam tim independen ini. Tapi kami melihat secara legal, Kompolnas belum independen," ujar Ketua Tim Pembela Novel, Haris Azhar.

Haris mengatakan itu usai menemui Komnas HAM di Komnas HAM, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2012).

Menurut Haris, Kompolnas berbeda dengan Komnas HAM dan KPK. Kedua lembaga tersebut independen.

Sementara itu, Iskandar Sonhadji, salah satu anggota tim pembela Novel, mengatakan, tujuan dibentuknya tim independen agar penyidikan kasus dugaan penganiayaan yang dituduhkan pada Novel, bersifat objektif.

"Seperti kemarin polisi sudah mulai menunjukkan bukti peluru, bukti pistol, seolah-olah itu ada hubungannya. Padahal belum ada tes terhadap itu," kata Iskandar.

Sebelumnya, Anggota Dewan Penasihat Presiden (Wantimpres) Albert Hasibuan menyarankan Presiden SBY agar mendorong Kompolnas menyelidiki kasus Novel. Kompolnas berisikan berbagai elemen mulai praktisi hukum, masyarakat hingga pemerintah.

"Kompolnas itu kan ketuanya Menkopolhukam juga. Ini akan saya sampaikan dalam laporan saya ke presiden nanti," ujar anggota Wantimpres yang membidangi sektor hukum ini.

Anonymous said...

kremes kali..

Obat herbal darah tinggi said...

Yang di maksud dada ayam. bukan dad penjualnya.

Pengobatan disfungsi seksual said...

Kalo pikirannya udah agak negatif pasti mikir nya ke dada si ibu yang jualan. heheh.